Konstruksi Model Resiliensi UMKM Sektor Olahraga: Integrasi Hyper-Personalized Omnichannel dan Kecerdasan Algoritmik dalam Mengatasi Kerentanan Adaptasi Digital.

Authors

  • Tedi Kustandi Universitas Muhammadiyah Cirebon
  • Linda Norhan Universitas Komputer Indonesia
  • Fakhri Fajrin Kurniawan Universitas Muhammadiyah Cirebon
  • Achmad Zuhaeri Universitas Muhammadiyah Cirebon

Keywords:

Algorithmic Intelligence, Customer Trust, Hyper Personalized Omnichannel, MSME Resilience, Sports Industry

Abstract

Masalah utama yang muncul adalah bagaimana UMKM dapat merespons tuntutan Hyper-Personalization yang kini menjadi standar baru dalam kepuasan pelanggan. Pergeseran ini didorong oleh kemajuan analitik data yang memungkinkan interaksi pemasaran menjadi sangat presisi namun otomati. Di tengah persaingan ini, penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dan manajemen algoritmik menjadi sebuah keniscayaan untuk memproses data besar secara real-time. Sayangnya, ketergantungan pada algoritma platform pihak ketiga sering kali menciptakan tantangan informasional dan risiko operasional bagi pelaku usaha kecil. Lebih jauh, penggunaan teknologi generatif dan prediktif tanpa pemahaman yang memadai dapat memicu bias keputusan yang fatal bagi keberlanjutan usaha.Tanpa adanya strategi resiliensi yang fundamental, UMKM akan terus terjebak dalam disrupsi teknologi yang mengancam keberlangsungan usaha mereka di tengah krisis. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara ketangguhan rantai pasok digital dengan kecerdasan buatan untuk menjamin kontinuitas bisnis. UMKM Sektor olahraga dipilih karena memiliki karakteristik konsumen dengan keterlibatan emosional (fanatisme) tinggi namun sangat rentan terhadap tren musiman, sehingga membutuhkan prediksi algoritmik yang lebih akurat dibanding sektor ritel umum. Urgensi: Di era ekonomi digital, UMKM menghadapi tantangan ganda: volatilitas pasar yang ekstrem dan ketergantungan pada algoritma platform yang seringkali tidak transparan. Fenomena "kerentanan adaptasi digital" menyebabkan banyak UMKM gagal bertahan meski telah melakukan digitalisasi dasar. Riset ini mendesak untuk dilakukan guna mengeksplorasi bagaimana Hyper-Personalized Omnichannel sebagai evolusi pemasaran digital yang didorong oleh kecerdasan algoritmikdapat  menjadi strategi resiliensi jangka panjang, bukan sekadar alat penjualan jangka pendek. Kebaruannya terletak pada integrasi kepercayaan pelanggan sebagai jangkar stabilitas dalam interaksi manusia-algoritma.

Downloads

Published

2026-10-03